Sabtu, 11 Desember 2010

MANAJEMEN DIANTARA ILMU PENGETAHUAN


Ilmu Pengetahuan dapat dikelompokan kedalam tiga cabang, yaitu : Ilmu Eksakta, Ilmu Sosial dan lmu Pengetahuan Humaniora Ilmu Eksakta adalah cabang Ilmu Pengetahuan yang prinsip-prinsipnya, dalil-dalilnya berlaku universal dan penerapannya juga berlaku universal. Contoh cabang ilmu eksakta seperti ; Ilmu Matematika, Ilmu Fisika, Ilmu Kimia dan yang sejenisnya. Bukti ilmu eksakta berlaku universal misalnya Ilmu Matematika, seperti dibidang Geometri terdapat dalil Pichtagoras yang menyatakan bahwa kuadrat garis miring (hipotenusa) sebuah segi tiga siku-siku akan sama dengan kuadrat kedua sisi yang lain. Dalil ini berlaku dimana saja dan kapan saja. Ilmu Fisika mengatakan bahwa benda yang Berat Jenis (BJ) nya lebih kecil dari BJ air akan mengapung demikian sebaliknya, benda yang BJ nya lebih besar dari BJ air akan tenggelam. Dalil ini berlaku dimana-mana diseluruh dunia dan kapan saja. Demikian rumus-rumus ilmu kimia dapat diterapkan secara umum tidak bergantung pada situasi dan kondisi. Contohnya rumus bangun air adalah H2O bila, dipanaskan akan terurai sebagai berikut : 2H2O  2H2 + O2. Ketentuan ini berlaku secara Universal baik di Indonesia, di Amerika Serikat, di Rusia, Erofa dan dimanapun serta kapan saja. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah cabang Ilmu Pengetahuan yang dalil-dalilnya, hukum-hukumnya berlaku secara Universal, tetapi penerapannya sangat bergantung pada situasi dan kondisi dimana ia digunakan. Contoh cabang Ilmu Sosial, seperti ; Ilmu Sosiologi, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum dan yang sejenisnya. Bukti ilmu sosial sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi, misalnya Ilmu Politik secara umum mempunyai batasan sebagai ilmu yang mempelajari pengelolaan kekuasaan dalam suatu negara. Penerapan ilmu politik ini sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi negara yang bersangkutan. Kekuasaan Negara di Indonesia mengacu kepada Sistem Demokrasi Pancasila, di Amerika Serikat mengacu kepada Sistem Demokrasi Liberal dan di Republik Rakyat Cina mengacu kepada Sistem Demokrasi Komunis.
Meskipun Ilmu Ekonomi penuh dengan Statistik tetapi Ilmu Ekonomi termasuk dalam kelompok Ilmu Sosial, karena penerapan Ilmu Ekonomi diberbagai Negara tidak sama. Di Indonesia penerapan Ilmu Ekonomi berdasarkan kepada azas kekeluargaan, di Amerika Serikat berdasarkan kepada Sistem Ekonomi Pasar (Liberal) dan di negara-negara Komunis menerapkan Ekonomi yang berorientasi kepada kepentingan negara, masyarakat hanyalah sekedar alat ekonomi.
Dari uraian diatas terlihat adanya perbedaan prinsip antara Ilmu Sosial dan Ilmu Eksakta. Perbedaan itu terletak pada segi penerapannya dilapangan yaitu Ilmu Eksakta tidak dipengaruhi oleh situasi dan kondisi, sedangkan Ilmu Sosial sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi dimana ia diterapkan.
Ilmu Pengetahuan humaniora adalah ilmu yang berkaitan dengan rasa seni yang
dimiliki oleh manusia, seperti : Seni Sastra, Musik, Pahat, Lukis, dan sebagainya. Ilmu Pengetahuan Humaniora tidak dapat dimasukan dalam Ilmu Sosial, karena bukan ilmu yang mempelajari gerak kegiatan (action) kehidupan manusia, tetapi yang dipelajari adalah kecenderungan “rasa” dan “perasaan” yang menimbulkan bakat dan minat manusia itu untuk berkreasi. Manajemen termasuk ilmu Pengetahuan Sosial, karena penerapan nya sangat tergantung pada situasi dan kondisi dimana ia diterapkan. Ilmu Manajemen mempelajari bagaimana sesorang (pimpinan) yang diserahi tanggung jawab itu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, sehingga tujuan unit organisasi yang dipimpinnya dapat tercapai. Seseorang yang diserahi tugas manajemen disebut manajer. Ilmu Manajemen diperlukan
dalam setiap kegiatan manusia yang hidup berkelompok (unit kerja) seperti rumah tangga, kantor-kantor Pemerintah, Sekoilah atau Universitas maupun Perusahaan Swasta dans sebagainya.

B. MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI
Manusia adalah mahluk sosial (masyarakat), ia baru merasakan dirinya sebagai
manusia, apabila ia berada dalam suatu masyarakat. Masyarakat itu tidak hanya terdiri dari manusia-manusia, akan tetapi juga dari hubungan-hubungan antara manusia-manusia itu, baik hubungan secara individual ataupun hubungan antar golongan, atau hubungan antar individual dengan golongan, masyarakat adalah pergaulan hidup antara manusia-manusia itu.
Bentuk-bentuk masyarakat banyak macam ragamnya, ia dapat merupakan hidup
yang berdasarkan rational atau tidak rational, ia dapat merupakan pergaulan hidup yang kecil atau besar. Bentuk-bentuknya dapat berupa “keluarga”, “suku”, “desa”, “kota”, “daerah”, “negara”, “bangsa”, “perkumpulan”, atau “persekutuan”. Semua bentuk itu dimaksudkan untuk mengatasi segala masalah yang dihadapi masyarakat tersebut. Dari pergaulan dalam masyarakat itu terjadi fenomena-fenomena masyarakat. Fenomena-fenomena itu hidup dalam masyarakat dan mempunyai ciri tersendiri, antara lain
fenomena hokum, fenomena ekonomi, fenomena politik dan fenomena andministrasi.
Fenomena hukum mempersoalkan hak dan kewajiban dari dan antara masyarakat
dan anggota-anggotanya. Fenomena ekonomi mengemukakan tentang bagai mana
masyarakat dan anggota-anggotanya mendapat pemuasan dari kebutuhannya tentang
sandang pangan dalam keadaan kekurangan. Fenomena politik menerangkan
bagaimana masyarakat menentukan tujuan-tujuan pokok (politik) dari masyarakat itu.
Sedangkan fenomena administrasi menge mukakan tentang bagaimana caranya
masyarakat itu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan/usaha-usaha-nya untuk mencapai tujuan-tujuan pokok tersebut.
Ilmu hukum mempelajari fenomena hokum, ilmu ekonomi mempelajari fenomena ekonomi, ilmu politik mempelajari fenomena politik dan ilmu administrasi mempelajari fenomena administrasi.
Ilmu administrasi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana masyarakat (manusia) menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan pokok yang telah ditentukan terlebih dahulu oleh masyarakat. Apabila yang dipelajari adalah kegiatan dalam mencapai tujuan pokok kenegaraan maka ilmu administrasi itu disebut Ilmu Administrai Publik atau Ilmu Administrasi Negara. Apabila yang dipelajari adalah kegiatan dalam mencapai tujuan pokok keswastaan maka ilmu administrasi itu disebut Ilmu Adminsitrasi Privat atau Ilmu Adiministrasi Niaga.
Administrasi dapat dilihat sebagai badan/person yang menjalankan kegiatan-
kegiatan administrasi. Administrasi juga dapat dilihat sebagai kegiatan, yaitu kegiatan administrasi. Administrasi dapat pula dilihat sebagai suatu proses kegiatan yaitu proses administrasi (kegiatan-kegiatan administrasi dalam rentetan urutan yang terus menerus).
Dalam mencapai tujuannya, setiap badan administrasi menjalankan 3 kegiatan pokok
yaitu :
1) Membuat kebijaksanaan administrasi (administrasi policy making), yaitu membuat garis-
garis besar mengenai apa yang perlu diselenggarakan dan cara-cara
penyelenggaraan dalam mencapai tujuan.
2) Menjalankan manajemen yaitu menjalankan kegiatan-kegiatan untuk mendapat hasil
(tujuan) melalui (menggunakan) orang lain.
3) Menjalankan kegiatan-kegiatan pelaksanaan (operasional yaitu men-jalankan
pekerjaan-pekerjaan yang telah direncanakan oleh manajemen dalam kerangka yang telah ditentukan dalam kebijaksanaan administrasi dan kebijaksanaan menajerial. Kegiatan-kegiatan operasional ini terutama memerlukan keahlian teknik (technical skills) untuk mengerjakan pelbagai pekerjaan.
Jadi setiap manajemen menjalankan kegiatannya dalam rangka administrasi, bahkan karena begitu determinan dalam pencapaian tujuan administrasi, sehingga dikatakan bahwa manajemen itu adalah inti dari administrasi.
Bentuk kebijaksanaan politik dalam Negara ditentukan menurut sistim Peme-rintahan
yang berlaku di Negara itu. Di Negara Republik Indonesia bentuk kebijaksanaan politik itu adalah Undang-undang Dasar 1945 dan Ketetapan MPR dalam tingkat pertama dan dalam tingkat kedua adalah Undang Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang. Dalam administrasi, Pemerintah/Presiden bekerja dalam batas-batas yang telah ditentu-kan dalam kebijaksanaan politik tersebut. Bentuk kebijaksanaan administrasi dalam bidang kenegaraan banyak macam ragamnya, antara lain : Peraturan Pemerintah, Pidato Kenegaraan Presiden, Ucapan-ucapan resmi Presiden pada kesempatan wawancara dan lain-lain. Pada tingkat Departemen terdapat kebijaksanaan administrasi Menteri dalam bentuk Keputus-an Menteri, Instruksi Menteri dan pada tingkat Direktur Jenderal juga terdapat kebijaksanaan administrasi berupa Keputusan Direktur Jenderal dan seterusnya pada tingkat Propinsi dan Kabupaten.
Pada suatu perusahaan, bentuk kebijaksanaan administrasi adalah Keputusan
Dewan Komisaris atau Badan Pengawas. Sedangkan kebijaksanaan manajerial adalah keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh Dewan Direksi atau Direktur. Dalam kerangka kebijaksanaan manajerial ini dimulailah kegiatan-kegiatan manajerial seperti :
perencanaan, pengorganisasian, penempatan, penggerak- an dan pengawasan.
Sebagai suatu proses, administrasi meliputi dua segi utama yaitu segi statik dan segi dinamik.
Segi statik berwujud wadah serta struktur yang mengatur segala hubungan formal antar personal dalam proses pencapaian tujuan. Sedang segi dinamik berwujud keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai kerjasama yang rasional dalam pencapaian tujuan .
Dalam ilmu administrasi, segi statik ini lazim disebut “organi-sasi” dan segi dinamik disebut “manajemen”. Dalam hubungan adanya dua aspek dari pada administrasi ini Dwight Waldo dalam bukunya “The Study of Public Administration” me-ngemukakan bahwa organisasi dan manajemen adalah ciri dari pada administrasi.

C. MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Antara organisasi dengan manajemen tidak dapat dipisah kan satu sama lain. Organisasi dapat diibaratkan sebagai anatomi dari pada administrasi sedangkan manajemen sebagai fisiologinya. Keduanya saling bergantungan satu sama lain sebagaimana halnya anatomi dan fisiologi dari pada setiap organisme hidup.
Pemisahan antara “organisasi” dan “manajemen” hanya se- kedar untuk
menunjukan katagori yang diperlukan dalam usaha analisa dan sifatnya katagori yang ideal belaka. Kategorisasi administrasi dalam organisasi dan manajemen merupakan cara melihat atas suatu gejala yang sama.
Organisasi melihat administrasi dalam keadaan yang statik dan memberikan pola, sedang manajemen melihat administrasi dalam keadaan dinamik atau bergeraknya. Pemisahan tersebut tidak perlu dilakukan terlalu tajam karena satu sama lain saling mengisi, hingga dengan demikian tidak menimbulkan salah faham dalam mengadakan perbedaan pengertian. Dengan demikian manajemen adalah administrasi dalam bergeraknya dan karena pimpinan organisasi juga sekaligus pimpinan manajemen maka dialah pula yang mempunyai wewenang untuk menggerakan kemudi administrasinya.

0 komentar:

Poskan Komentar